Kedutaan Besar Kerajaan Belanda Jakarta, Indonesia

Pertanian

Kementerian Ekonomi Belanda mempunyai perwakilannya sendiri di Indonesia, yaitu Penasihat Pertanian. Penasihat Pertanian ini juga diakreditasi untuk Malaysia dan Singapra. Tugas utamanya adalah membantu Agribisnes Belanda dalam arti yang luas (ekspor, impor, investasi) di negara-negara tersebut. Di samping memajukan perdagangan dan menjamin akses pasar (fitosanitasi, dokter hewan dan tarif), memajukan pertanian dan perikanan yang berkelanjutan serta meningkatkan keamanan dan kualitas pangan kualitas merupakan tugas utama dari Penasihat Pertanian. Penasihat Pertanian juga bertanggung jawab atas portfolio jaminan pangan dalam Kerja Sama Pembangunan.

 

Kepentingan economi dari Agribisnis Belanda

  • Agribisnis Belanda bertanggung jawab atas 10% dari Produk Nasional Bruto (GNP) Belanda.
  • Belanda adalah eksportir kedua di dunia untuk produk-produk pertanian.
  • 75 % dari produk pertanian diekspor, yang sebagian besar disalurkan di pasar-pasar Uni Eropa.
  • 40% dari bahan baku pertanian yang digunakan oleh industri pangan Belanda diimpor.
  • 60 % dari luas tanah Belanda digunakan untuk tujuan pertanian.
  • De landbouwsector neemt meer dan 60 % van het Nederlandse handelsoverschot voor zijn rekening.
  • 60% dari surplus perdagangan Belanda menjadi tanggung jawab sektor pertanian.
  • Bagi Indonesia, Belanda merupakan gerbang, gateway ke pasar Eropa untuk semua komoditas pertanian utama seperti kayu tropis, kelapa sawit, kakao, kopi, teh, rempah dan udang
  • Dengan keahlian dan pengetahuannya, Belanda mempunyai nilai lebih bagi inovasi di sektor pertanian dan perikanan di Indonesia. Keahlian ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Dalam hal ini, perkebunan, peternakan unggas dan produk susu menjadi sektor prioritas dalam menjamin pengadaan protein nabati dan hewani bagi penduduk di masa mendatang.
  • Selaras dengan program keberlanjutan IDH (Inisiatif Perdagangan Berkelanjutan) proyek nutrisi akan dilaksanakan untuk meningkatkan ragam pola makan di daerah-daerah pedesaan.